Gojek dan Grab di Berastagi? Apakah Sudah Diperlukan?

Gojek dan Grab di Berastagi

Halo semuanya. Kita ketemu di websiteku yang baru ini. Sebenarnya website ini sudah lebih dari setahun, tapi aku gak go publik karena ada uji coba kemarin disini. Nah karena proses ujicobanya sudah selesai maka untuk ke depannya aku mau tulis banyak hal disini. Dan kali ini aku mau tulis tentang Grab dan Gojek.

Kalau ngomong tentang Grab atau Gojek pasti kita semua sudah tidak asing dengan kedua perusahaan ojek online ini. Bagi yang belum pernah menggunakan jasanya pun, pasti pernah dengar karena sudah sering mereka masuk dalam berita baik di TV ataupun di koran. Sebenarnya ada banyak ojek online yang ada di Indonesia, tapi memang kedua nama ini yang sangat mendominasi sekarang. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga dalam skala ASEAN masih mereka berdua yang bersaing.

Daftar Kota Yang Sudah Memiliki Layanan Ojek Online di Sumatera Utara

Di Sumatera Utara sendiri layanan ojek online sudah beroperasi di beberapa kota seperti Medan, Binjai,  Pematang Siantar, Padang Sidempuan, Tanjung Balai , Tebing Tinggi dan yang paling baru ini di Balige. Adalah Gojek yang telah membuka layanan di Balige dan salah satu alasan mereka mulai beroperasi adalah karena Balige adalah merupakan kota yang berada di dekat Danau Toba yang merupakan ikon pariwisata Indonesia. Nah berarti berastagi juga punya peluang kan.

Berastagi memang sudah lama dikenal sebagai kota pariwisata. Ini dikarenakan Berastagi merupakan titik awal untuk mengakses tempat wisata populer di Sumatera Utara, seperti Danau Toba, Gunung Sibayak, Gunung Sinabung (sebelum erupsi), Taman Lumbini, Gundaling, Bukit Kubu, Pasar Buah dll. Selama ini alat transportasi yang banyak beroperasi di Berastagi adalah angkutan umum (angkot) serta travel. Walaupun di Berastagi juga ada kuda yang bisa ditunggangi, tapi biasanya hanya digunakan sebagai jasa untuk berfoto dan keliling-keliling kota Berastagi. Lantas apakah perlu ada ojek online di Berastagi?

Manfaat Ojek Online di Berastagi

Bila ojek online beroperasi di Berastagi, maka tidak hanya wisatawan yang akan mendapat manfaat tapi juga masyarakat setempat. Namun hal ini juga dapat menimbulkan pro dan kontra. Bagi wisatawan sendiri pasti akan lebih mudah dalam mengakses tempat-tempat wisata yang ada di Berastagi. Cukup punya aplikasi gojek atau grab, wisatawan sudah bisa memesan kendaraan dan pergi ke tempat tujuan. Wisatawan juga bisa merasa lebih aman karena harga bisa lebih transparan karena ada di aplikasi.

Bagi masyarakat setempat ini juga akan berguna, karena selama ini hanya ada angkot yang menjadi alat transportasi disana. Bila ada ojek online, tentu masyarakat akan lebih mudah dalam bepergian karena akses ojek online bisa sampai ke gang-gang dan bahkan di depan rumah. Selama ini angkot hanya beroperasi di jalan besar. Kadang mereka mau masuk ke gang, tapi harus bayar lebih dan memang tidak selalu bisa karena ada penumpang lain di dalam angkotnya.

Kendala Ojek Online di Berastagi

Bila barusan kita membahas tentang manfaatnya, maka sebenarnya tidak sepenuhnya adanya ojek online di berastagi akan bebas hambatan. Ada beberapa faktor yang akan membuat ojek online mengalami penolakan juga kendala. Biasanya kehadiran ojek online di kota yang baru mendapat penolakan dari pelaku jasa transportasi lama yang ada di kota itu. Dan hal itu juga akan terjadi kalau gojek atau grab ada di Berastagi. Pasti penghasilan para supir angkot juga terancam karena hadirnya moda transportasi terbaru tersebut. Selain itu isu kemacetan juga bisa jadi meningkat, karena penggunaan transportasi akan lebih banyak karena pemesanannya yang personal. Maksudnya kalau biasa 1 angkot bisa menampung 14 orang, kini dengan ojol 14 orang akan masing-masing pesan 1 ojek berarti ada 14 sepeda motor atau kereta.

Mungkin itu beberapa hal yang terjadi kalau Gojek dan Grab ada di Berastagi nantinya. Saya tidak tahu apakah sudah ada pembicaraan dari pihak penyedia jasa ojek online untuk memulai ekspansi di Tanah Karo. Menarik menantikan hal tersebut.

Demikianlah artikel yang bisa saya sampaikan tentang Gojek dan Grab di Berastagi. Kalau menurut anda apakah Gojek dan Grab sudah diperlukan di Berastagi? Sampaikan tanggapan anda di kolom komentar.

Oh iya sebelumnya saya mau beritahu bahwa tim IG @cakapkaro sedang membuat preorder kaos “Merga Silima dan Cabang-cabangnya”. Bagi yang berminat memesan bisa cek instagram di bawah ini.

View this post on Instagram

#OpenPreOrder T-Shirt "Marga dan Submarga Merga Silima" . Size : S  M  L  XL (XXL + 5k) (XXXL + 10k) . Warna : Hitam, Putih, Biru Navy . Marga : Sembiring, Tarigan, Ginting, Karo-Karo, Perangin-angin . Harga mulai IDR : 85k DP Min : 50k . Harga belum termasuk ongkir dari Medan (Daerah Medan free ongkir) . Bahan : Cotton Combed Premium Comfort (30s) . . Sistem : Pesan – Bayar – Produksi – Kirim . Pembayaran DP dibuka awal PO tanggal 26 Agustus 2019. Batas pembayaran tanggal 9 September 2019. . . Format Pemesanan: Nama/Size/Warna/Marga yg dicetak/Alamat/Bukti transferan DP atau Lunas (Pemesanan bisa melalui DM atau Wa CP) . Rekening : 105-00-1373708-9 (Mandiri)  atas nama Jakup Ginting . . CP : 0821 6750 0330 (Jakup Ginting) 0852 7061 8857 ( Yerni) Mau belajar bahasa karo? Mari follow ⬇️⬇️⬇️ @cakapkaro @cakapkaro @cakapkaro #cakapkaro

A post shared by Cakap Karo (@cakapkaro) on

Sampai jumpa di postingan selanjutnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *